Beranda > Renungan Harian > BELAJAR DARI PIALA DUNIA (1)

BELAJAR DARI PIALA DUNIA (1)

Tanggal 11 Juni 2010 adalah hari yang tidak akan pernah dilupakan oleh para pecinta Bola di dunia. Bukan hanya para pecinta bola, jauh hari sebelum tanggal inipun bola merasuki seluruh elemen masyarakat dunia. Mulai dari politisi, pengusaha sampai kuli, tukang becak dan bahkan rohaniwan pun rame membicarakan bola. Ada nanyak hal yang dapat dibicarakan dan direfleksikan tentang sepak bola. Mulai dari yang terjadi dilapangan sampai di luar lapangan, mulai dari pelaku bola (pemain, pelatih dan manager) sampai superternya. Mulai dari pesimistis sampai fanatismenya. Tidak heran jikalau Republik Afrika Selatan patut berbangga hati di tahun ini. Pasalnya mereka kini menjadi pusat perhatian seluruh masyarakat dunia. Siapapun orangnya kini tertuju ke Afrika negerinya Nelson Mandela itu.

Bagi Afrika Selatan, Piala Dunia 2010 ini menjadi moment bersejarah karena setidaknya ada dua moment bersejarah yang ditorehkannya yaitu:

1. Tuan Rumah Perdana Piala Dunia di benua Afrika.

2. Goal Perdana di Piala Dunia 2010.

Sering sekali sebagai pribadi apalagi gereja, kita dipandang sebelah mata oleh orang lain. Bahkan diri kita sendiripun memandang diri sendiri dan gereja sendiri juga sebelah mata karena jumlah kita sedikit, letak kita terpenci sehingga seolah tidak mampu melakukan apa-apa. Akibatnya pesimis lebih sering muncul sehingga persekutuan pun suam-suam kuku bahkan tidak jarang kecurigaan yang pertama muncul setiap ada kegiatan.

Mari kita belajar dari Rakyat Afrika Selatan. Mereka memang tidak sekaya negara Eropa atau Amerika Serikat namun buktinya mereka mampu menyedot perhatian dunia karena mereka mampu menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010 bahkan mencatatkan sejarah di persepakbolaan dunia. Mengapa? Jawabannya adalah “tiga karena”. Pertama: karena seluruh elemen negara menyatu. Ke dua karena seluruh masyarakat Afrika Selatan memiliki semangat. Ke tiga, karena mereka bangga menjadi orang Afrika Selatan. Semua dapat kita lihat dalam moment pembukaan Piala Dunia 2010 dimana seluruh elemen bangsa berjubel dan meneriakkan yel-yel penuh semangat sampai akhir pertandingan.

GKJW Jemaat Pacitan pun dapat mengukir sejarah dan menjadi saksi Kristus yang menyedot perhatian dunia jika “tiga karena” di atas menjadi milik seluruh warga jemaatnya, yaitu: karena seluruh elemen gereja ini menyatu, karena seluruh warga jemaatnya memiliki semangat dan saling menyemangati dan karena seluruh warga jemaatnya bangga menjadi warga GKJW Jemaat Pacitan. Selamat menonton Piala Dunia dan semoga mendapatkan tuntunan dari tontonan ini. Amin (To2k)

Kategori:Renungan Harian
  1. 25 Februari 2013 pukul 12:26 pm

    Thank you for sharing your info. I truly appreciate your efforts and I am waiting for your
    further post thank you once again.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: