Beranda > Renungan Harian > Kere Munggah Bale

Kere Munggah Bale

Bapak ibu yang dikasihi Tuhan, ungkapan dalam bahasa Jawa kere munggah bale,adalah sangat cocok dengan ceritera dalam Lukas 16:19-31 ini. Betapa tidak, dikisahkan disana bahwa ada seorang pengemis yang miskin dan menderita penyakit gatal-gatal sekujur tubuhnya dan dalam kehidupannya senantiasa mengalami penderitaan batin dan fisiknya. Penderitaan badan karena menderita sakit gatal-gatal serta kesulitan mencari makanan, sementara penderitaan batin terjadi ketika hendak mendapatkan makanan dia harus berebut dengan anjing-anjingnya orang kaya. Suatu penderitaan yang berat sehingga pastilah selama dalam kehidupannya di dunia Lazarus tidak pernah menikmati kesenangan layaknya orang kaya itu. Berbeda dengan orang kaya dalam bacaan kita tadi, karena secara fisik dia berpenampilan menarik karena memiliki harta bahkan penampilannya necis dengan memakai pakaian yang mahal-mahal (ayat 19) bahkan batinnya selalu bersukacita karena dia dapat bersukaria setiap hari. Tiada hari tanpa bersukaria, demikianlah kira-kira gaya hidupnya.
Namun apa yang dialami di dunia ternyata berbalik arah dengan apa yang terjadi setelah hidup di dunia. Nasib kehidupan di dunia ternyata tidak berbanding lurus dengan kehidupan setelah mati. Nyata benar dari apa yang dialami oleh Orang Kaya dan Lazarus.Penyebabnya apa? Ayat 25 menyebutkan bahwa Orang Kaya itu telah menerima semua yang baik di dunia sementara Lazarus tidak sehingga kini Lazarus bersama-sama Abraham di surga.
Dari kisah ini maka kita bisa belajar bahwa: pertama, apa yang kita alami dalam hidup tidak memberikan jaminan kepada kita tentang nasib kita nanti setelah meninggalkan dunia. Karena yang menentukan adalah KETAATAN kita sewaktu di dunia kepada ALLAH.Ketaatan itu diwujudkan dengan mentaati kesaksian Musa (Taurat) dan keaksian para nabi dalam kitab Suci. Ke dua, kesengsaraan kita dalam kehidupan di dunia jangan sampai menjadikan kita berpaling dari ALLAH karena dalam penderitaan itu yakinlah bahwa ALLAH akan memberikan kemuliaan bukan hanya nanti setelah mati tetapi juga kini di dunia ini. Dari sini maka yang terpenting adalah kesetiaan dan kesabaran kita sehingga menjadikan pengharapan kita kepada pertolongan Tuhan. Pertolongan Tuhan pasti nyata bagi setiap orang yang berpengharapan kepadanya. Tuhan memberkati kita semua. Amin (disadur dari kesaksian Bp. Hadi Pratomo)

Kategori:Renungan Harian
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: