Beranda > Artikel > FKUB: Jangan Keliru Pahami Natal Bersama

FKUB: Jangan Keliru Pahami Natal Bersama

sumber: Media Indonesia

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah, KH Dahlan Tangkaderi mengatakan, umat beragama jangan keliru memahami istilah Natal bersama yang dilakukan oleh umat Kristiani setiap 25 Desember.

“Natal bersama itu bukan berarti semua pemeluk agama ikut bersama-sama merayakan Natal bersama yang dilaksanakan saudara kita dari Kristen. Ini perlu saya sampaikan sebab masih ada sebagian orang yang masih keliru memahami istilah Natal bersama ini,” kata Dahlan Tangkaderi di Palu, Jumat (24/12).

Mantan Kakanwil Depag Sulteng itu menjelaskan, yang dimaksud dengan Natal bersama adalah Natal yang dilaksanakan oleh sesama umat Kristiani dalam satu lingkungan instansi seperti kantor atau sekolah.

“Di satu sekolah, misalnya, Natal bersama itu adalah seluruh siswa dan guru yang beragama Kristen. Di luar itu tidak boleh, sebab dalam Natal itu terdapat proses peribadatan,” katanya.

Dia mengatakan, meski demikian bukan berarti orang di luar agama Kristen tidak boleh sama sekali menghadiri perayaan Natal.

“Kalau acara seremonial Natal, di luar peribadatan, boleh dihadiri. Tetapi kalau kegiatan itu menyangkut ritual, itu yang tidak boleh dihadiri. Majelis Ulama IndonEsia (MUI) sudah lama menegaskan hal ini,” kata Dahlan.

Dia mencontohkan, jika membakar lilin itu adalah bagian dari ritual keagamaan, maka mereka yang di luar agamA Kristen tidak boleh melakukan hal yang sama. Hal ini, kata Dahlan, perlu dipahami oleh pemeluk agama agar tidak mencampur aduk agama.

“Ini yang kadang-kadang sebagian orang masih keliru memahaminya,” katanya.

Menurut Dahlan, pejabat yang beragama di luar Kristen dibolehkan menghadiri seremonial Natal. Tetapi jika kegiatan Natal itu sudah menyangkut ritual, maka pejabat yang bersangkutan harus mewakilkan kepada pejabat lainnya yang beragama Kristen.

Dahlan mengingatkan kepada pemeluk agama agar dalam menyambut Natal dan Tahun Baru 2011, prinsip saling menghargai dan menghormati harus tetap dikedepankan karena kehidupan di Indonesia sangat majemuk.

Prinsip saling menghargai dan menghormati, kata Dahlan, merupakan kunci penting dalam mewujudkan kerukunan umat beragama di Indonesia. Prinsip bergaul kata Dahlan dasarnya jelas yakni Bhineka Tunggal Ika dan Undang-Undang dasar 1945.

Kategori:Artikel
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: