Pengendalian Diri Sebagai Wujud Teladan Kristus di Kayu Salib

Pdt. Eko Adi Kustanto sedang membagikan roti dalam Perjamuan Kudus Jumat Agung.

Pdt. Eko Adi Kustanto sedang membagikan roti dalam Perjamuan Kudus Jumat Agung.

Pacitan, GKJWPacitan.wp. Ibadah Jumat Agung 3 April 2015 di GKJW Pacitan dilaksanakan dalam suasana yang cukup khidmat.Dihadiri hampir sekitar dua ratusan warga jemaat baik dari induk maupun pepanthan Nawangan.Dalam Ibadah Jumat Agung ini juga dilakukan pelayanan perjamuan kudus sebagaimana Yesus sendiri pada saat itu mengadakan perjamuan terakhir bersama murid-muridNya sebelum tiba saat penyaliban.Meski hanya dijaga oleh beberapa petugas dari Polres Pacitan secara umum acara berjalan sangat lancar, aman dan kondusif. Baca selengkapnya…

Kategori:Berita Tag:

HDS Anak 2015 : Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu?

KPAR GKJW Pacitan berfoto bersama setelah acara Perayaan HSD dan Paskah Anak 2015

KPAR GKJW Pacitan berfoto bersama setelah acara Perayaan HDS dan Paskah Anak 2015

Pacitan, GKJWPacitan.wp. Perayaan Hari Doa Sedunia (HDS) Anak GKJW Jemaat pacitan tahun 2015,Sabtu 4 April 2015 dirangkaikan dengan perayaan Paskah Komisi Pembinaan Anak dan Remaja.

Tahun ini liturgi HDS disusun oleh Negara Kepulauan Bahama.Mengawali perayaan ini 4 orang anak membacakan cerita tentang pulau-pulau di Negara Kepulauan Bahama di antaranya pulau Cat, Eleuthera, Abaco dan hal-hal menarik lainnya untuk lebih mengenalkan anak-anak pada negara ini. Baca selengkapnya…

Kamis Putih 2015: Menyalakan Kembali Semangat Untuk Mengasihi

Aksi teatrikal KPPM GKJW Pacitan dalam Refleksi Kamis Putih 2015

Aksi teatrikal KPPM GKJW Pacitan dalam Refleksi Kamis Putih 2015

Pacitan,GKJWPacitan.wp – Ibadah Kamis Putih GKJW Jemaat Pacitan tahun 2015 ini dikemas dalam sebuah refleksi Salib Kristus.Untuk memperdalam makna refleksi ini sebuah ilustrasi teatrikal dibawakan dengan sangat all out oleh rekan-rekan KPPM GKJW Pacitan.

Pdt.Eko Adi Kustanto dalam renungannya menyampaikan, “Teladan salib adalah teladan kasih sayang, pengorbanan dan kerendahan hati untuk melayani… dalam pancaran salib ini terbit sinar pengharapan bagi mereka yang merindukan kedamaian, kerukunan dan kasih sayang. Namun pancaran cahaya itu akan pudar jika kita tidak bersedia meneladani dan mencintai Dia yang tersalib…” Baca selengkapnya…

Kategori:Artikel

Pesan Paskah PGI Tahun 2015

kms011JAKARTA, PGI.OR.ID – Pesan Paskah Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) tahun 2015, disampaikan kepada oleh MPH PGI kepada umat Kristiani sebagai berikut:

“Kristus yang Bangkit, Mengutus Kita Mewujudkan Damai Sejahtera (Yohanes 20:21) 

Umat Kristiani terkasih di manapun Saudara berada. Salam Sejahtera dalam Yesus Kristus,

Segala puji, syukur dan hormat kita persembahkan kepada Kristus yang dalam kasih-Nya kepada kita dan seluruh ciptaan, telah rela mati di kayu salib. Namun  pada hari yang ketiga Dia bangkit mengalahkan maut.  Dialah TUHAN, Sang Juruselamat yang hidup! Haleluya!

Dalam suasana penuh sukacita memperingati hari raya Paskah, umat Kristen di Indonesia bahkan di seluruh dunia diingatkan kembali bahwa  kematian bukanlah akhir dari segalanya. Paskah meneguhkan kita bahwa iman kita kepada-Nya tidak sia-sia. (bdk. 1 Kor 15:17a).  Dia telah bangkit! Di dalam Dia ada pengharapan, bahwa perubahan ke arah hidup yang lebih baik sesuai rencana-Nya, mungkin dan dapat terjadi.  Kiranya Paskah selalu membangkitkan pengharapan, kekuatan dan semangat bagi kita untuk melanjutkan perjalanan hidup, betapapun beratnya pergumulan kita sebagai pribadi atau keluarga, maupun banyaknya persoalan yang kita hadapi dalam kehidupan bergereja dan berbangsa. Baca selengkapnya…

Kategori:Artikel

AGENDA PASKAH 2015

Ibadah Kamis Putih

Hari Kamis 2 April 2015 pukul 19.00. dc: pakaian putih/terang

Ibadah Jumat Agung

Hari Jumat 3 April 2015 pukul 08.00. dc: pakaian hitam/gelap (pepanthan menginduk)

Ibadah Fajar Paskah

Hari Minggu 5 April 2015 pukul 04.30. dc: pakaian batik/cerah (pengumpulan kotak aksi puasa Paskah)

Perayaan Paskah

Hari Minggu 5 April 2015 pukul 06.00. dc: pakaian olah raga/bebas, acara jalan sehat dan game.

(mohon partisipasi warga untuk membawa bingkisan doorprize, tiap KK seharga Rp 10.000,-)

Kategori:Warta Greja

Sembahlah Dia!

10 Februari 2013 1 komentar

Bacaan: Mazmur 95

Charles Spurgeon menyebut Mazmur 95 sebagai “lonceng gereja” yang memanggil jemaat beribadah (1-2). Ibadah dimulai dengan ucapan syukur karena kedahsyatan Allah dan karya penciptaan-Nya (3-5). Dialah Allah yang mengatasi segala allah. Hanya Dia Allah! Dia pencipta semuanya. Dia pemilik dan penguasa tunggal atas alam semesta dan atas segala makhluk ciptaan, juga manusia!

Inti mazmur ini ada pada ayat 6-7. Allah bukan hanya Pencipta dan Pemilik hidup. Dia memelihara hidup kita seperti Gembala terhadap domba-domba-Nya. Alasan beribadah menjadi sangat personal, yaitu karena Dia baik buat saya! Dia Pencipta, yang jauh di sana, tetapi Dia juga dekat di hati saya, di sekeliling saya.

Kapan umat Israel mengalami kedekatan dengan Allah yang begitu nyata? Pada saat perjalanan mereka di padang gurun menuju tanah perjanjian. Tuhan memimpin mereka melalui kehadiran tiang awan dan tiang api, serta Kemah Suci di tengah-tengah perkemahan umat. Ironisnya, justru di situ mereka berulang kali mencobai Allah dengan bersungut-sungut tidak puas, dan memberontak kepada-Nya. Akibatnya dahsyat. Satu generasi dihukum tidak dapat masuk ke tanah perjanjian. Namun, di padang gurun itu pula mereka terus mengalami pengampunan dan pemulihan-Nya! Ini adalah pelajaran dan tanda awas bagi umat Tuhan!

Mazmur 95 mengajak kita menyembah Allah, sekaligus mengingatkan kita agar jangan melalaikan penyembahan sejati kepada-Nya. Apakah Tuhan harus mendatangkan hukuman lebih dahulu agar kita bertobat? Kita adalah umat yang sudah mengalami kebaikan Allah di dalam Tuhan Yesus. Kita adalah umat yang sudah dijanjikan surga mulia. Kita sedang menuju ke sana! Apakah kita akan mengulang kesalahan nenek moyang Israel generasi pertama, atau kita mau komitmen untuk tetap setia sampai tiba di negeri perjanjian Allah!

Perintah Allah vs tradisi manusia

Bacaan: Matius 15:1-20

Setiap bangsa atau budaya di dunia pasti mempunyai adat dan tradisi masing-masing. Banyak tradisi yang baik, patut dilestarikan. Ada juga tradisi yang tidak sesuai dengan kebenaran Alkitab. Orang Kristen yang hidup dalam tradisi budaya tertentu harus peka terhadapnya.

Dalam memelihara hukum Taurat, para pemimpin agama Yahudi menambahkan berbagai tradisi buatan nenek moyang mereka sampai kepada detailnya seperti soal membasuh tangan sebelum makan (2). Siapa yang melanggarnya akan mendapat sanksi. Maka, mereka mempertanyakan dan mempersalahkan Yesus karena mengizinkan murid-murid-Nya makan tanpa mencuci tangan.

Yesus menegur kemunafikan mereka karena mengutamakan tradisi daripada perintah Allah. Contohnya, tradisi memberikan persembahan. Tradisi ini sebenarnya baik dan mulia. Namun yang salah ialah demi melakukan tradisi tersebut, mereka mengizinkan seseorang boleh mengabaikan perintah Tuhan untuk menghormati dan memelihara orang tuanya (4-6). Jadi, yang lebih utama ialah tradisi manusia daripada perintah Tuhan. Mereka hanya memuliakan Allah dengan mulut, tetapi hatinya jauh dari-Nya. Mereka juga lebih mementingkan hal-hal lahiriah daripada hal-hal batiniah seperti tradisi mencuci tangan sebelum makan. Bagi Yesus tidak cuci tangan tidak melanggar Taurat karena yang terpenting ialah hati kudus karena semua hal berasal dari hati. Bila hati kudus, maka pikiran, perkataan dan perbuatan yang dinyatakan juga akan kudus. Namun, bila hati jahat, semua yang dihasilkan juga jahat.
Baca selengkapnya…

Kategori:Renungan Harian
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.